Feeds:
Posts
Comments

Yuk ikutan AEROBIK MASSAL di Lapangan Parkir Mal Ciputra Jakarta

Hari : Sabtu, 24 April 2010, Pkl. 06 pagi, dengan instruktur dari GOLD’S GYM

Pendaftaran Gratis, Ada Doorprize dan hadiah untuk 10 peserta terbaik, serta ada cek kesehatan gratis dari Rumah Sakit Royal Taruma.

Ayooooo buruan yah….

The Spirit of Prosperity

27 januari – 21 Februari 2010

Film : RUMAH DARA

Cast : Shaarifa Danish,Julie Estelle,Daniel Mananta,Mike Lucock,Sigi Wimala,Ariyo Bayu

Barusan nonton film horror-thriller Indonesia yang paling mencekam dan menegangkan. Karya sutradara muda Mo brothers (Timo Cahyanto dan Kimo stimboel) ini benar-benar menampilkan adegan-adegan berdarah yang seolah-olah nyata serta didukung penampilan para pemainnya yang kereen abis. Terutama sang pemeran utama ,Dara (Shareefa Danish) yang berhasil memerankan sosok ibu yang mengerikan. Untuk itu ia diganjar penghargaan aktris waniita terbaik di Puchon International film Festival di Korea, beberapa bulan sebelumnya.

Film ini sendiri mengisahkan perjalanan 6 orang yang bersahabat dari Bandung kembali Jakarta. Ketika baru akan memulai perjalan kembali dengan mobil, rombongan tsb dikagetkan dengan kehadiran seorang gadis bernama Maya yang kehujanan dan mengaku telah dirampok. Kelompok itu bersedia mengantar gadis itu pulang ke rumahnya karena perjalanannya searah. Sesampainya di rumah , gadis itu mengajak rombongan tsb untuk mampir dan ketemu ibunya Dara yang menawarkan jamuan makan sebagai tanda terima kasih atas jasa pertolongan mereka menolong anaknya.

Dari sinilah ketegangan dimulai, ketika akhirnya satu demi satu ke- 6 orang tersebut dibantai dengan sadis oleh Dara bersama anak-anaknya yang sama-sama ‘psycho, dengan membunuh korban mereka dengan cara mutilasi menggunakan chainsaw (gergaji mesin). Adegan yang disajikan benar-benar mencekam dan menegangkan , melihat kekejaman keluarga Dara yang aneh ini dalam membunuh dan mengoleksi organ-organ tubuh korbannya.

Kengerian berhasil diciptakan tanpa terkesan dibuat- buat , didukung oleh setting artistik lokasi di sebuah rumah tua bergaya benteng yang berada di lokasi terpencil dan dikelilingi hutan, serta akting yang sangat meyakinkan.

Sungguh suatu film yang layak untuk dinikmati buat ‘elu-elu pade’ yang doyan dengan gaya horror-thriller khas amerika di film hollywood. Don’t miss this movie…it’s a 4 thumbs up kind.


Menjelang liburan Natal & akhir tahun “Sang Pemimpi” menjadi salah satu film andalan untuk menghibur penonton bioskop-bioskop di indonesia.

Sama seperti pendahulunya sekuel film Laskar Pelangi ini, diangkat dari novel berjudul sama karangan Andrea Hiratha kembali dengan pesan – pesan sarat makna untuk dijadikan perenungan dalam menjalani proses kehidupan.

Sang Pemimpi kembali mengantarkan cerita perjalanan Ikal , tokoh utama yang adalah gambaran figur masa lalu sang pengarang dalam meretas mimpi sehingga menjadi seorang novelist best-seller saat ini. Kali ini ditemani oleh Arai yang diceritakan sebagai anak dari saudara bapaknya yang meninggal kemudian diadopsi untuk tinggal dan tumbuh bersama-sama Ikal dan Jimbron, seorang anak yang mendadak gagap setelah ditinggal pergi kedua orangtuanya. Trio ini terkenal bengal di sekolah, namun memiliki kemampuan cerdas untuk bidang tertentu, sehingga menjadi andalah sekolahnya.

Arai – sang pemimpi – digambarkan sebagai seorang anak yang cerdas,tekun namun berhati lembut karena sering menolong sesama dan teman-temannya. Kelak Arai lah yang menghantarkan Ikal untuk bersama- sama menggapai mimpi menuju Sorbonne dalam menggapai mimpi untuk sekolah master di Paris.

Utuk mencapai sesuatu yang kita impikan , diperlukan komitmen dan kesabaran yang akan terus diuji dalam proses perjalanan yang kadang mewujud lewat realita yang begitu berat untuk dijalani, seperti yang dialami Ikal,Arai serta Jimbron. Begitulah yang berusaha ditanamkan oleh Balia (Nugie) sang guru yang berdedikasi dan menyadari kemampuan yang dimiliki Ikal dan Arai, disamping didikan yang keras Pak Mustar sang Kepala Sekolah yang ternyata sangat mendukung mereka.

Tanpa bersifat menggurui, film ini menghantarkan serangkaian tampilan cerita secara visual yang sarat perenungan untuk mendorong kita agar tidak pernah berhenti untuk bermimpi dan berharap akan hidup yang lebih baik.

Tidak seperti pendahulunya, film ini kurang mengekspos spot –spot yang indah sebagai scene pendukung, tetapi mengandalkan suasana pedesaan dan kampung nelayan yang tradisional beserta suasana yang tepat pada masanya.

Bagi anda yang pada tahun 80-an akan merasakan suasana nostalgia dengan scene pendukung film hitam putih Lone Ranger yang memang diputar di TVRI pada waktu itu, dan era jayanya bioskop di kampung yang memutar film-film dewasa dengan poster “hot” , yang cukup mempengaruhi anak muda pada waktu itu..

So far , film ini sangat layak untuk dijadikan hiburan keluarga. Banyak makna pendidikan yang tersirat dalam rangkaian cerita dan visualnya. Top banget deh buat sutradara-nya Riri Riza beserta produsernya Mira Lesmana.

Yang belum nonton..buruan deh

Rating : *** … (from 5 stars)

Genre : Drama

Film : AIR TERJUN PENGANTIN

Cast : Tamara Bleszynnski (Tiara)

Kieran Sidhu (Lilo)

Tyas Mirasih (Amy)

Marchel Chandrawinata (Icang)

Navy Rizky Tavania (Mandy)

Praktek ilmu hitam, perdukunan dan santet di Indonesia dipercayai masih eksis di beberapa pelosok daerah di Indonesia, terutama di daerah – daerah terpencil atau daerah yang sudah tidak dihuni lagi oleh penduduk.

Tema inilah yang coba diangkat oleh film ini , dengan pemanis para aktris wanita dengan penampilan ekstra “hot”, dipimpin oleh Tamara Bleszinsky (Tiara) dan Tyas Mirasih (Amy) yang berkostum bikini two-pieces dalam suatu scene berlokasi di pantai . Beruntung pengambilan angle yang artistik, membuat adegan- adegan tersebut cukup layak dinikmati oleh penonton dewasa, namun kurang pantas untuk penonton dibawah umur.

Dalam cerita, Tiara mencoba menghibur keponakannya Mandy berlibur dan bersenang – senang untuk melupakan dukacita sejak ditinggal ibunya meninggal bersama teman – temannya, ke suatu pulau bernama Pulau Pengantin dengan tempat eksotik berupa Air Terjun yang disebut Air Terjun Pengantin.

Bukannya menikmati keelokan alam di sekitar Air Terjun tsb, justru maut menunggu mereka disana. Seorang Dukun ilmu hitam , yang menempati tempat terisolasi itu terobsesi untuk menyempurnakan ilmu hitamnya dengan membunuh manusia dan meminum darahnya langsung.

Satu persatu rombongan yang beranggotakan 8 orang itu dibunuh oleh sang dukun edan bertopeng, menggunakan parang dan tombak, hingga tersisa Tiara dan Mandy yang berhasil selamat.

Separoh film ini berisi adegan kejar-kejaran ditengah suasana gelap mencekam dan mengerikan, menimbulkan aroma ketegangan yang cukup membuat penonton berteriak ketakutan. Mungkin inilah yang ingin ditawarkan oleh sang sutradara film ini. Sama seperti jenis film horror lainnya, film ini cukup membuat penonton “blingsatan” , seolah – olah dikejar oleh sang dukun pembunuh bertopeng.

Bagi yang ingin menikmati sensasi kaget, ngeri lewat adegan – adegan film sebagai hiburan, coba deh film ini.

Tapi untuk anak dibawah umur jangan yahhh..hahaha

Rating : ***.. ( from 5 stars)

Genre : Horror/Thriller

Review by CePi Kribo ..:)

Jadilah bagian dari moment bahagia di Mal cIputra Jakarta dengan mengikuti lomba foto ” Ekspresi Bahagia” dan tuliskan “harapan terbaik” Anda untuk memenangkan Paket Berlibur ke Singapore dan ke Bali.

Mo tau gimana caranya ikutan ? nih…

  • Anda dapat menempelkan foto-foto orang yang dikasihi ato Anda sendiri berukuran  2R di kartu “Wish Upon  A Star , yang dapat dimiliki hanya dengan Rp.5.000,-
  • Tuliskan harapan-harapan terbaik Anda bagi orang yang ada pada foto , di bagian belakang kartu.
  • Gantungkan Kartu yang telah berisi foto dan “wish” anda di Pohon Natal yang tersedia di : Counter Informasi Center Court Lt.Lower Ground, Tempat Penukaran Undian di Lt. Lower Ground dan Lt.5 , serta Informasi Timur dan Utara.
  • Di akhir program ini akan dipilih 4 pemenang dengan ekspresi foto dan harapan terbaik untuk mendapatkan hadiah – hadiah sbb :

-  2 paket Berlibur ke Singapore, @ 2 orang

-   2 paket Berlibur ke Bali, @ 2 orang

Dari perolehan dana partisipasi  di Wish upon a star ini senilai @Rp.5.000,- per peserta akan kami kumpulkan , dan akan disumbangkan ke anak- anak berprestasi yang kurang mampu.

Mari kita berbagi kasih dan pancarkan sinar bintangmu  kepada mereka yang membutuhkan …

Mal Ciputra Jakarta kembali memeriahkan suasana menjelang Natal 2009 melalui  event dengan tema “Wish Upon A Star”. Dalam event ini pesan yang kita angkat adalah   ” Jangan pernah takut untuk berharap, karena pengharapan akan selalu ada dan menjadi kekuatan bagi hidup kita”.

Lewat ini, kami ingin berbagi momen – momen berharga melalui pengharapan , dengan mengajak semua orang untuk saling berbagi Kasih,Sukacita dan Damai dari apa yang telah kita miliki kepada sesama , sebagai tanda syukur atas berkat yang telah dianugerahkan Tuhan.  Spirit berbagi tersebut kami refleksikan lewat sub title tema

“Let Your Star Light Up The World”

Event ini akan dimeriahkan oleh artis  penyanyi rohani seperti : Delon,Edward Chen,Lea Simanjuntak, Wawan Yap,GMB , True Worshippers dan Glorify The Lord Ensemble.

Mari bersama-sama kita berbagi cahaya bintang kita dengan orang lain melalui event “Wish Upon A Star” yang dimulai tanggal 2 Desember 2009 – 3 Januari 2010

Let us  together enjoy and share the Spirit of Christmas this year , by sharing your Star light with others ,,,

God Bless you …

Film : NEW MOON

Akhirnya sekuel film Twilight Saga, NEW MOON hadir juga di di Indonesia (Jakarta duluan sih tepatnya) . CePi Kribo juga gak mau ketinggalan ikutan nonton dong :) . Guess what?? antrian buat beli tiket’nya hari Sabtu buat nonton Minggu udah keq uler. Film ini emang ditunggu-tunggu banget oleh para penggemarnya di seluruh dunia. Sebenarnya dari jadwal resmi yang dikeluarkan pihak Summit Entertainment harusnya tanggal 20 November kemarin adalah first premiere serentak (day-to-date) di seluruh dunia, sayangnya di Jakarta premierenya eksklusif hanya di salah satu Mal di Jakarta Pusat pada hari Sabtu, 21 November 2009. Entah kenapa ya , gak kaya premiere”2012” kemaren. Nggak heran semua “New Moon’ers” pada tumplek ke sana agar bisa jadi yang pertama menyaksikan lanjutan kisah cinta Vampire dan Manusia itu.

Berangkat dari film awalnya “Twilight” yang meledak dan mencapai Box Office hasil penjualan ke-empat novel karangan Stephenie Meyers yang telah laku keras ini, para fans sudah tak sabar ingin melihat versi visual dari cerita novelnya. Kali ini “New Moon” diangkat dari judul yang sama dengan novel ke-2 dari seri twilight saga.

Film yang berdurasi kurang lebih 1,5 jam ini berjalan lambat dan cenderung agak membosankan karena terlalu didominasi dialog-dialog yang menggambarkan kesedihan Bella (Kristen Stewart) yang “desperate” ditinggal pergi sang Vampire Edward (Robert Pattinson) yang memutuskan hubungan cinta’nya secara tiba-tiba. Begitu pula dengan konflik pertemanan’nya dengan sang sahabat Jacob Black (Taylor Lautner), yang pada awalnya ingin menghibur dan mengisi kekosongan Bella saat ditinggal Edward, justru menjadi “dekat” dan menimbulkan perasaan cinta baru dan mengalami transisi “identitas diri “ sebagai werewolf (manusia serigala).

Beruntung, sang sutradara Chris Weitz bisa meramu unsur laga ketika Jacob Black menemukan jati diri’nya menjadi Werewolf dan adegan para vampire Volturi , klan penegak hukum Vampire, dengan spesial efek yang mengagumkan, menjadikan sekuel Twilight Saga ini jadi menarik untuk dinikmati para pecinta film.

Dari novelnya, memang seri ke-2 ini lebih banyak menceritakan kesedihan dan romantika cinta Bella bersama Edward dan Jacob yang hanya sesaat, dan konflik-konflik kecil yang terjadi di antara hubungan mereka. Bagi para pencinta film drama dan fans setia novelnya pasti sudah familiar dan menunggu adegan-adegan yang diilustrasikan lewat dialog-dialog tsb.

So far ,sang sutradara berhasil mentrasformasikan inti dari novel New Moon ke dalam bentuk visual dan tetap setia dengan alur yang digambarkan dalam novel. Improvisasi dengan bantuan spesial efek, menjadikan jalinan cerita dalam novel menjadi lebih hidup dan nyata , dan cukup memanjakan mata dan menghibur. At least, ia berhasil meramu sisi drama dengan laga fantasy yang mengagumkan.

Bagi yang belum nonton, film ini layak untuk dinikmati.

Rating : ***.. ( from 5 stars)

Genre : Drama/Fantasy

Review by CePi Kribo ..:)

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.